Merawat Koleksi Buku Pribadi
Buku merupakan sesuatu yang khas bagi penggemarnya. Terkadang seseorang rela mengeluarkan koceknya demi membeli sebuah buku untuk dikoleksinya, salah satunya mungkin orang tersebut adalah Anda sendiri. Bagi penggemar buku, lambat laun koleksi buku pasti menumpuk di rak dan dimeja sehingga terkadang Anda sudah lupa jenis koleksi apa saja yang telah dimiliki, berapa jumlahnya, dimanakah letaknya atau juga suatu hari mungkin Anda butuh menyusun sebuah laporan dan membutuhkan sebuah buku sebagai referensi, ada kemungkinan Anda akan susah menemukan dalam waktu cepat bukan?
Menata Koleksi dan Pemberian Identifikasi
Dalam kasus diatas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menata dan mengelompokkan buku berdasar jenisnya. Letakkan buku di lokasi yang mudah dilihat dan dijangkau dengan posisi punggung bisa dilihat oleh siapapun. Jangan meletakkan buku dengan posisi menumpuk karena dapat menyusahkan pencarian serta membuat suasana ruangan menjadi tampak kumuh.
Jika Anda ada waktu, berilah masing-2 buku sebuah penomoran kode yang mewakili informasi buku tersebut. Bentuk penomoran ini biasanya didalam ilmu perpustakaan dikenal sebagai No.Panggil/No.Klas. Selain itu, biasanya sebuah buku akan diberi keterangan kategori yang dikenal dengan istilah Subyek. Namun bagi Anda yang tidak mempunyai latar belakang ilmu perpustakaan, aturan tersebut bukanlah suatu hal yang mutlak untuk diterapkan pada koleksi Anda. Cukup gunakan aturan penomoran yang baik dan bisa dimengerti oleh Anda sendiri, teman ataupun keluarga. Begitu juga dengan pemberian Subyek, cukup gunakan kategori umum yang mungkin biasanya Anda lihat di toko-2 buku. Selanjutnya, pemberian sampul plastik dan label penomoran yang baik akan dapat menambah kerapian dan keindahan koleksi buku Anda. Dengan diberi sampul, kondisi kover buku akan menjadi awet dan terawat sehingga tidak cepat rusak.
Membuat Katalog Koleksi Buku
Setelah koleksi buku tertata dengan baik, langkah selanjutnya adalah mencatat semua koleksi buku yang Anda miliki. Proses pencatatan bisa dilakukan menggunakan media kertas atau bisa juga dicatat dalam sebuah file di komputer. Jika Anda memiliki sebuah komputer atau laptop, mungkin opsi yang kedua ini bisa dijadikan pilihan yang tepat karena dengan melakukan catatan dalam bentuk database di komputer maka proses pengolahan data dan pencarian balik informasi bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Gunakan aplikasi yang Anda kuasai agar pengolahan datanya tidak merepotkan Anda.
Tukar Menukar Koleksi Buku
Mungkin saja beberapa koleksi buku yang Anda miliki sudah tidak uptodate atau isinya tidak terlalu menarik padahal buku tersebut sudah terlanjur dibeli dengan harga mahal. Solusinya, coba lakukan tukar menukar koleksi dengan teman Anda. Tukar menukar koleksi buku ini biasanya sering terjadi antar penggemar buku jika mereka sudah tidak membutuhkannya. Selain koleksi yang Anda miliki tidak terbuang percuma atau teronggok di tempat sampah/loak, budaya tukar menukar koleksi bisa menghemat uang untuk membeli buku baru.
Semoga apa yang penulis paparkan diatas dapat bermanfaat bagi Anda semua. Selain koleksi buku, tips diatas juga dapat diterapkan pada koleksi lain seperti VCD, Kaset, dll.




keren nich!!!bantuin cari artikel tentang bagaimana langkah-langkah pembuatan perpustakaan sekolah atau jurusan….thanks yach!!
Assalamu’alaikum
Salam kenal, bagus banget artikelnya, lagi cuti ingin sekali membereskan buku2 pribadi, boleh dishare contoh katalog buku pribadi yang simpel..TOP URGENT thanks…
Assalamu’alaikum
mau minta tolong nieh, punya artikel atau link ttg temu kembali informasi yag lbh dikenal dengan Information Retrieval g???
coz lg butuh untuk bwat TA nieh.
thanx b4 ya
Asskum….Tolong kasih source kode nya donk…..Saya mau buat perpustakaan pribadi dengan vb6.0 makasih sebelumnya.
Salam kenal Pak….
Pak…bisa minta tolong gimana caranya untuk penomoran sebuah buku di perpustakaan?mksh byk sebelumnya.
Makasih ya mas atas bagi2 ilmunya.. sangat bermanfaat.. semoga selalu sukses!
mari bergabung di asosiasi perpustakaan desa dan kelurahan mas ilmunya bisa dishare ke masyarat desa yang ingin membangun desanya