This option will reset the home page of this site. Restoring any closed widgets or categories.

Reset

Perangkat Lunak Perpustakaan yang gratis

Untuk mengembangkan sistem perpustakaan di tempat kerja Anda agar menjadi lebih modern tentulah suatu hal yang wajar saja. Saat ini sudah jaman serba otomatis yang menuntut segala kegiatan rutin kita harus cepat, tepat, sistematis, rapi dan akurat sehingga tak ayal lagi tuntutan untuk mengimplementasikan hal-hal yang berbau Teknologi Informasi sudahlah menjadi kebutuhan yang utama.

Untuk mengadopsi Teknologi Informasi ke organisasi Anda tentulah tidak semudah bayangan kita. Kenapa ? karena organisasi Anda harus siap berinvestasi insfrastrukturnya yang pada umumnya meliputi Perangkat Keras (Hardware), Perangkat Lunak (Software)  serta Sumber Daya Manusia yang handal dan terampil dalam hal implementasi Teknologi Informasi (alias Melek IT).

Hardware ? Saat ini sudah tersedia banyak perangkat keras murah untuk urusan TI. Untuk mendapatkan sebuah komputer, departemen Anda mungkin perlu merogoh sekitar 3-5 juta untuk membeli sebuah komputer lengkap. Untuk perangkat tambahan seperti printer, kabel, Hub mungkin perlu disediakan budget sekitar 1-1.5  juta. Jadi mungkin klu dihitung-hitung, investasi sebesar 6-7 Juta sudah mampu membiayai investasi perangkat keras.

Kalau software bagaimana ? kan mahal !!!. Jangan kuatir karena tentang software masih banyak alternatifnya. Di Internet saat ini sebenarnya sudah tersedia berbagai software untuk perpustakaan yang gratis dan opensource.  Sebagai contoh mungkin Anda sudah tidak asing dengan CDS/ISIS , WINISIS yang dahulunya pernah sempat ngetrend di Indonesia walau sekarang sudah mulai ditinggalkan karena technical supportnya yang kurang sehingga susah untuk dikembangkan. Sekarang UNESCO juga sudah mengeluarkan LIS yang berbasis pada ISIS untuk urusan sirkulasi dan bebas didownload dari situs UNESCO .

Ok, tapi bagi Anda yang anti-ISIS boleh menggunakan software lain yang juga free/GPL.

  1. KOHA - http://koha.org
  2. OpenBiblio - http://obiblio.sourceforge.net/
  3. PhpMyLibrary - http://www.phpmylibrary.org/
  4. Athenium (semoga ndak salah eja) - klu  yang ini bisa Anda dapatkan di komunitas pustakawan. Program ini sebenarnya gratis dari New Zealand (klu ndak salah) dan boleh dipakai gratis.
  5. Senayan - Software Gratis dari Tim Diknas
  6. OtomiGen

Kalau urusan digital library bagaimana ? Jangan kuatir

  1. GDL 4.2
  2. DSpace - http://www.dspace.org
  3. GreenStone - http://www.greenstone.org , ini software asli New Zealand tapi sekarang sudah dihandle UNESCO.
  4. KnowledgeTree - Wah klu yang ini aku lupa URL nya, search aja pakai mbah Google.
  5. Igloo - ISIS Base

Klu dua yang terakhir ini (GS dan KT ) kabarnya pak Onno Purbo juga pernah pakai…

Yang terpenting,  karena software-software tersebut gratis maka tentu saja Anda masih harus sedikit meng-oprek-nya agar sesuai kebutuhan ditempat kerja Anda.



MORE_COMMENT

  1. didik witono says:

    situs pustakawan yang menarik, informatif.
    tentang soft.Athenaeum Light, bisadi tengok di

    http://kali-indonesia.blogspot.com
    http://kali.openlib.info/

  2. Melani says:

    organisasi saya memakai dpsce, dan saya menemukan beberapa kesulitan, apakah ada komunitas dspace di Indonesia???

    terima kasih sebelumnya
    mel

  3. tantri says:

    saya bekerja diperpustakaan taman kanak-kanak dan ingin sekali bs mempunyai program u/ koleksi diperpustakaan t4 sy bekerja. sebaiknya memakai program apa? dan sy jg bukan dr jurusan perpustakaan jadi sy buta akan perpustakaan. thanks…

  4. hassane says:

    klu untuk sekedar mengolah data koleksi saja, bisa menggunakan aplikasi database yg ada dipasaran , misalnya MS Access, MySQL, dll. Tapi klu ingin menuju ke otomasi perpustakaan maka harus diperlukan perangkat lunak yg dibangun khusus untuk itu. Lebih jelasnya bisa kontak saya via email saja

  5. Nugroho says:

    Salam dan terima kasih untuk situs ini.Beberapa waktu lalu saya pernah masuk ke situs UNESCO untuk ‘pemesanan’ software WINISIS, tapi koq belum ada reply ya…saya cantumkan juga alamat email saya.Mohon kalau bisa membantu dengan pertanyaan saya.Terima kasih.

  6. hassane says:

    Setahu saya, software WinISIS bisa diperoleh gratis dgn download. Coba gunakan search engine untuk menemukannya. atau silahkan masuk ke situs rekan Perpustakaan UI, kebetulan disana pernah saya lihat ada link download untuk WinISIS, Athenium, dan GDL

  7. parlindungan.siregar says:

    Ass.
    thanks for librarycorner and special to Mr. Hasan. saat ini gw pengen coba jd pustakawan di tempat kerja gw kira2 apa aja sih yg diperlukan kebetulan perpus di tempat gw masih manual tolong kasih tau gw ttg software perpus yg gratis sebab gw butuh buat di perpus gw thanks ya.
    Ass

  8. Dicky says:

    Saya sudah punya database koleksi di Winisis. Sekarang saya berencana ngembangin sistem buat OPAC, yang paling mudah tapi well-performance untuk dipake apa ya mas?

    Thanks.

  9. umu says:

    tolong jelaskan tentang deskripsi umum software phpmylibrary,berikut fasilitas update, kebutuhan sistemnya, prospek pengembangan softwarenya dan kehandalan dan kelemahan software serta komunitas yang mengunakan software tersebut. terimakasih sebelumnya.

  10. miliko says:

    wah .. kebetulan banget nih. sy lg merintis perpus kecil2an di rumah. Belum digilib sih dalam waktu dekat. Tp kelak maunya bisa digilib. thank’s infonya mas Nur :)

  11. Rofiki Sani says:

    minta informasi lebih lengkap tentang KOHA

  12. alfandi says:

    saya mau mengembangkan perpus di tingkat Fakultas, dengan jumlah mahasiswa tidak lebih dari 200 orang, mohon saya diberi info, bahkan kalau mungkin dikirim program yg udah jadi aja untuk mengelola perpus tersebut.
    muakasih buanyak yaaa

    wasalam
    alfandi

  13. denolz says:

    ikutan nimbrung mas…..
    hanya informasi saja, kalo butuh software WINISIS sampe ke software pengembangannya ada di PDII-LIPI.
    silakan kontak ke admin@pdii.lipi.go.id
    kalo menurut saya KOHA sama phpmylibrary, ga begitu bagus, software itu statis….agak ribet untuk pengembangannya.
    itu saja infonya…mgkn ada yang membutuhkan.
    makasih

  14. sephia says:

    makasih buat librarycorner. ikutan gabung donk.
    mo nanya nih klo software yang mudah dan simple buat perpus sd apa ya?

  15. Ri-ansyah says:

    hy ikut nmbrung nih……
    q udah lama kerj di bagian perpus smp tapi baru sekarang semua perlengkapan penunjang untuk perpus di adakan. nah q minta tlong donk software perpus yang mana nih cocok untuk smp

  16. robinz says:

    numpang nanya donk… perpus tempat sy kerja mo otomasi nih n rencana pake software senayan, btw pernah ga sih ada yang komplain soal tu software, gimana stabilitasnya, kalo emang ada apa sih kelemahannya? thankz b4…

  17. Toro says:

    soal software perpustakaan saya kira jangan pakai yang gratis deh, nanti jangka panjangnya ada banyak kendala seperti data hilang, program tak bisa dipakai dll, seremkan!

  18. esty says:

    Numpang nanya dunk…saya baru saja pindah kerja diperpustakaan yang baru n ternyata disini masih berantakan sekali. tolong dunk kasih saran untuk softwear perpustakaan smu itu

  19. Suyadi says:

    Perpustakaan kami pake KOHA 3.0 with Zebra (indexdata.dk).
    Mengapa pakai Koha? Karena kami akan memiliki beberapa cabang dan kami mengimpikan perkembangan koleksi yang cepat, mungkin dalam beberapa tahun mendatang bisa mencapai 500-an ribu dan Koha kami anggap dapat memenuhinya dengan baik.
    Buat Rofiki Sani (walau telat), saya bisa memberi informasi tentang KOHA.
    Memang KOHA instalasinya ribet, tapi sebenarnya nggak ribet2 amat, butuh spesifikasi hardware yang tinggi.
    Kalo KOHA dibilang statis… nggak juga, lihat history pengembangannya di http://git.koha.org/cgi-bin/gitweb.cgi?p=Koha;a=summary.
    Kalo disamakan dengan phpMyLibrary… salah lagi, phpmylibrary berbayar, fiturnya masih lengkap Koha, kemampuan penyimpanan datanya jauh lebih sedikit dari Koha, untuk Union Catalog dengan sistem lain Koha support Z3950 dan OAI (ini yang paling saya suka dari Koha) sementara phpmylibrary tidak, dll. (lihat saja http://www.phpmylibrary.org dam http://www.koha.org)
    Kalau produk dalam negeri… aku salut deh sama pengembang Senayan dan OtomiGenX.. saya berharap jangan berhenti disitu saja… terus semangat…, bagaimanapun juga memakai produk dalam negeri sangat-sangat dianjurkan.
    Harapan saya.. apapun SOFTWARE-nya yang penting bersatu..
    Persatuan software perpustakaan = standardisasi pertukaran data -> standard yang paling banyak diapakai OAI, tapi kalau koleksinya sangat banyak sangat disarankan pakai Z3950.
    Tambahan, ada satu lagi produk manca yang menurut saya bagus untuk perpustakaan besar: Evergreen (open-ils.org)
    Untuk digital library kami pakai Eprints (www.eprints.org), instalasinya cukup mudah… dan yang saya suka software ini ringan diakses, karena yang diakses dari luar halaman html statis yang di-auto generate setiap waktu yang dapat kita definisikan sendiri. Dengan meminimalisir akses ke database maka kerja server lebih ringan.
    Kami juga pake GDL, tapi yang kurang saya sukai autentikasi OAI-nya agak ribet.
    Sekian, mohon maaf jika salah….
    Hormat saya,
    Suyadi
    abufarror AT gmail.com

  20. Muhyidin says:

    Teman2, mau tanya ada yang punya DDC versi Indonesia ga, sukur2 ada yang punya dala bentuk CD. kalau ada boleh ga nge-Copy nya?
    trims

  21. DWI says:

    KAPAN ADA PELATIHAN KHUSUS BAGI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN KHUSUSNYA TENTANG DASAR2 SOFTWARE DI PERPUSTAKAAN ITS, SHG MAMPU MEMBANTU KITA DALAM MEMAHAMI BIAR GAK TERTALU GAP TEK GITI LHO, THANKS MAS HASAN :

  22. AAN says:

    boleh dong minta software pengelolaan perpustakaan

  23. Yudin says:

    boleh minta software gratis untuk personal perpustakaan

  24. FKIP says:

    AQ MAU TAHU NE CONTOH-CONTOH MENGENAI PROGRAM APLIKASI ATAU SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN BARCODE. CONTOH LISTINGNYA. CONTOH MEMBUAT WEBSITE DAN SISTEM INFORMASI PENGINAPAN DANS EJENISNYA YANG MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0. AQ MINTA TOLONG YA BERBAGI PENGETAHUAN BUAT SESAMA KAN PAHALA, MUDAHAN DIBALAS DEH COS AQ BERHARAP BANGET MAU CEPAT NYUSUN SKRIPSI N LULUS.

Leave a Reply